Minta contoh teks anekdot dong! urgent nih, buat besok._.


Polisi Butuh Uang, Pada suatu hari, ibu saya sedang berpergian bersama tante saya dengan menggunakan mobil.Saat itu mereka berdua melintasi perempatan jalan di wilayah Jakarta Timur, mereka terhenti karena lampu merah di tambah dengan kondisi jalan sedang macet total hingga mengakibatkan pengguna kendaraan bermotor selalu menekan klaksonnya.Lampu merah pun berganti menjadi lampu hijau, seluruh pengguna jalan menekan klakson kendaraannya agar kendaraan yang terdepan bisa melajukan kendaraannya dengan cepat dan mereka semuapun terbebas dari lampu merah, termasuk ibu dan tante saya. Namun suasana macet dan banyaknya volume kendaraan pada saat itu membuat ibu dan tante saya tertinggal, lampu hijau pun berubah menjadi lampu merah kembali. Karena ada keperluan yang penting, merekapun 2018menerobos2019 lampu merah. Tak terduga, disebrang jalan terdapat polisi yang sedang memantau jalan. Merekapun diberhentikan oleh polisi tersebut, dalam kata lain, mereka 2018ditilang2019.Tante saya yang kebetulan memegang kemudi membuka kaca mobilnya lalu polisi tersebut menanyakan mengapa mereka berdua melanggar peraturan, tante sayapun menjawab 201cKami sedang terburu-buru, pak201d karena polisi tersebut kurang puas dengan jawaban tante saya, iapun terus menanyakan hal yang sama. Karena tak ingin berdebat lagi, tante saya memberikan uang sebesar Rp. 20.000. Polisi tersebut mengangguk dan menerima uang tersebut. Lalu polisi itu tersenyum mempersilakan ibu dan tante saya kembali menuju jalan.,
,
, Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK.Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya. Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, “Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan denga perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?”Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak. Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.,