Tiga macam jaringan primer yang berada di belakang titik tumbuh apikal


DOMINASI APIKAL Meristem adalah jaringan yang sel-selnya ,
tetap bersifat embrional artinya mampu ,
terus menerus membelah diri tak terbatas ,
untuk menambah jumlah sel tubuh (Setjo, ,
2004). Sel penyusun meristem biasanya ,
isodioometrik dan berdinding tipis serta realtif lebih kaya protoplas dibandingkan ,
dengan sel-sel jaringan dewasa walaupun ,
tidak menemukan kriteria umum secara ,
morfologis untuk membedakan sel ,
meristem dan sel jaringan dewasa yang ,
belum mengalami spesialisasi. Kemungkinan sl-sel meristematik yang ,
besar atau suatu sel inisiasi, atau sel yang ,
dekat dengan sel inisial makin besar ,
makin banyak vakuolanya. Pada permulaan perkembangan lembaga, ,
semua sel membelah terus tetapipada ,
pertemuan dan perkembangan selanjutnya ,
pembelahan sel dan pertambahan jumlah ,
sel menjadi terbts pada daerah yang ,
sangat sedikit mengalami diferensiasi yaitu suatu jaringan yang tetap bersifat ,
embrionik di dalam jaringan dan sel- ,
selnya tetap mempunyai kemampuan ,
membelah. Jaringan embrionik di dalam ,
jaringan dewasa ini yang kita sebut ,
jaringan meristem (Setjo, 2004). Berdasarkan posisi meristem pada ,
tumbuhan meristem dibagi sebagai berikut ,
(Setjo, 2004): 1. Meristem apikal, yang terdapat pada ,
pucuk sumbu batang dan akar pokok serta ,
cabangnya. 2. Meristem interkalar, yang terdapat ,
diantara jaringan dewasa seperti jaringan ,
pada pangkal ruas rumput-rumputan. 3. Meristem lateral, yang letaknya pararel ,
dengan lingkaran organ tempat meristem ,
tersebut ditemukan. Meristem apikal berasal dari organ lain ,
tidak berasal dari embrio tetapi berasal ,
dari jaringan sekunder yang sudah ,
dewasa seperti meristem sekunder ,
meskipun struktur dan fungsinya adalah ,
meristem primer. Meristem apikal dibagi menjadi dua daerah penting yaitu: ,
promeristem, prokambium dan meristem ,
dasar yang dapat dibedakan. Promeristem ,
akan menghasilkan sistem epidermal, ,
meristem apikal daerah prokambium ,
menghasilkan jaringan pengangkut primer dan meristem dasar akan membentuk ,
jaringan dasar pada tumbuhan seperti ,
parenkima dan sklerenkima dan korteks ,
dan empulur serta kolenkima korteks. B. Pertumbuhan Tanaman dan ,
Dominansi Apikal Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses ,
yang kompleks yang merupakan proses ,
yang vital menyebabkan suatu perubahan ,
yang tetap pada setiap tanmana atau ,
bagiannya dipandang dari sudut ukuran, ,
bentuk, berat dan volumenya. Pertumbuhan tanamna setidaknya ,
menyangkut beberapa fase atau proses ,
diantaranya (Anonim, 2008): 1. Fase pembentukan sel. 2. Fase
perpanjangan dan pembesaran sel. 3. Fase diferensiasi sel. Di dalam
pertumbuhan tanaman terdapat ,
adanya dominansi pertumbuhan dibagian ,
apeks atau ujung organ, yang disebut ,
sebagian dominansi apikal. Dominansi ,
apikal diartikan sebagai persaingan antara ,
tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal pertumbuhan (Dahlia, 2001). Sedangkan ,
menurut Chambell dominansi apikal ,
merupakan konsentrasi pertumbuhan ,
pada ujung tunas tumbuhan, dimana ,
kuncup terminal secara parsial ,
menghambat pertumbuhan kuncup aksilar. Dominansi apikal atau dominanis pucuk ,
biasanya menandai pertumbuhan vegetatif ,
tanaman yaitu pertumbuhan akar, batang ,
dan daun. Dominansi apikal setidaknya ,
berpengaruh dalam menghambat ,
pertumbuhan lateral. Selama masih ada tunas pucuk, pertumbuhan tunas lateral ,
akan terhambat sampai jarak tertentu dari ,
pucuk (Dahlai, 2001). Dominasi pucuk dapat ,
dikurangi dengan memotong bagian pucuk ,
tumbuhan yang akan mendorong ,
pertumbuhan tunas lateral. C. Hormon Auksin Pendukung ,
Dominansi Apikal Thimann dan Skoog menunjukkan bahwa ,
dominanis apikal disebabkan oleh auksin ,
yang didifusikan tunas pucuk ke bawah ,
(polar) dan ditimbun pada tunas lateral, hal ,
ini akna menghambat pertumbuhan tunas ,
lateral karena konsentrasinya masih terlalu tinggi. Konsentrasi auksin yang ,
tinggi ini akan menghambat pertumbuhan ,
tunas lateral yang dekat dengan pucuk ,
(Dahlia, 2001). Auksin diproduksi secara ,
endogen pada bagian pucuk tanmana yang ,
akna didistribusikan secara polar yag mampu menghambat pertumbuhan tunas ,
lateral. Auksin adalah zat yang ditemukan pada ,
ujung kara, batang, pembentukan bunga ,
yang berfungsi untuk pengatur ,
pembesaran sel di daerah belakang ,
meristem ujung. Hormon auksin adalah ,
hormon pertumbuhan pada semua jenis tanaman nama lain dari hormon ini adalah ,
IAA atau Asam Indol Asetat. Hormon ,
auksin ini terletak pada ujung batang dan ,
ujung akar, fungsi dari hormon auksin ini ,
adalah membantu dalam proses ,
mempercepat pertumbuhan baik pertumbuhan akar maupun pertumbuhan ,
batang, mempercepat pematangan buah, ,
mengurangi jumlah biji dalam buah. ,
Beberapa fungsi auksin lainnya (Anonim, ,
2008) – Perkecambahan biji Auksin akan mematahkan dormasi biji (biji ,
tidak mau berkecambah) dan akan ,
merangsang proses perkecambahan biji. ,
Perendaman biji atau benih dengan auksin ,
juga akna membentu menaikkan kualitas ,
hasil panen. – Pembentukan akar Auksin akna memacu proses terbentuknya ,
akar serta pertumbuhan akar dengan lebih ,
baik. – Pembungaan dan Pembuahan Auksin a ,